obat hati adalah mendekat kepada Allah
ketika hati kehilangan arah
ketika hati telah dikecewakan manusia
ketika hati telah terbelenggu
ketika hati semakin menjerit
ketika hati kian membara
ketika hati hancur lebur
ketika hati terbakar membara
ketika hati menjadi kotor
ketika hati telah terkunci mati
ketika hati telah dijadikan buta
ketika hati telah menjadi tuli
maka detik demi detik
penyakit bathinmu akan semakin parah
semakin jiwamu tidak tau arah
dan akhirnya kamu akan musnah
bagaimanapun kamu mencari obat
akan sangat sulit untuk kamu obati
kecuali dengan selalu dekat dengannya
lebih dekat dan semakin dekat
jadi intinya bahwa obat dari penyakit bathin adalah membuang segala pikiran yang negative dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,tentunya ketentraman lah yang akan kamu peroleh, tanpa susah payah kamu mencari obat penawarnya.
coba liat banyak sekali orang yang mengalami kehilangan akal bahkan sampai ada yang mau membunuh dirinya,itu semua tak lain karna disebabkan oleh penyakit penyakit hati yang telah diuraikan diatas tadi oleh penulis.
ketika hati telah dikecewakan manusia
ketika hati telah terbelenggu
ketika hati semakin menjerit
ketika hati kian membara
ketika hati hancur lebur
ketika hati terbakar membara
ketika hati menjadi kotor
ketika hati telah terkunci mati
ketika hati telah dijadikan buta
ketika hati telah menjadi tuli
maka detik demi detik
penyakit bathinmu akan semakin parah
semakin jiwamu tidak tau arah
dan akhirnya kamu akan musnah
bagaimanapun kamu mencari obat
akan sangat sulit untuk kamu obati
kecuali dengan selalu dekat dengannya
lebih dekat dan semakin dekat
jadi intinya bahwa obat dari penyakit bathin adalah membuang segala pikiran yang negative dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,tentunya ketentraman lah yang akan kamu peroleh, tanpa susah payah kamu mencari obat penawarnya.
coba liat banyak sekali orang yang mengalami kehilangan akal bahkan sampai ada yang mau membunuh dirinya,itu semua tak lain karna disebabkan oleh penyakit penyakit hati yang telah diuraikan diatas tadi oleh penulis.
Komentar
Posting Komentar